Tampilkan postingan dengan label Surah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Juni 2016
Kamis, 13 Agustus 2015
Al - Waqiah
Artinya:
(1). Apabila terjadi hari kiamat,
(2). terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).
(3). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
(4). apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
(5). dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
(6). maka jadilah dia debu yang beterbangan,
(7). dan kamu menjadi tiga golongan.
(8). Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
(9). Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
(10). Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
(11). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
(12). Berada dalam surga kenikmatan.
(13). Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
(14). dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
(13). Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
(14). dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
(15). Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
(16). seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
(17). Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
(18). dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
(19). mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
(20). dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
(21). dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
(22). Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
(23). laksana mutiara yang tersimpan baik.
(24). Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
(25). Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
(26). akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
(27). Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
(28). Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
(29). dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
(30). dan naungan yang terbentang luas,
(31). dan air yang tercurah,
(32). dan buah-buahan yang banyak,
(33). yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
(34). dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
(35). Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,
(36). dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,
(37). penuh cinta lagi sebaya umurnya,
(38). (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
(39). (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
(40). dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
(41). Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.
(42). Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,
(43). dan dalam naungan asap yang hitam.
(44). Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
(45). Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
(46). Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
(47). Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?,
(48). apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
(49). Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
(50). benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
(51). Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan,
(52). benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
(53). dan akan memenuhi perutmu dengannya.
(54). Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
(55). Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
(56). Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
(57). Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
(58). Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
(59). Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
(60). Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan,
(61). untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
(62). Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
(63). Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?
(64). Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?
(65). Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang.
(66). (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,
(67). bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa."
(68). Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
(69). Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
(70). Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
(71). Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu).
(72). Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
(73). Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
(74). Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar.
(75). Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
(76). Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
(77). sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
(78). pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),
(79). tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(80). Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(81). Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?,
(82). kamu (mengganti) rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(83). Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
(84). padahal kamu ketika itu melihat,
(85). dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
(86). maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
(87). Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?,
(88). adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),
(89). maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni`matan.
(16). seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
(17). Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
(18). dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
(19). mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
(20). dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
(21). dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
(22). Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
(23). laksana mutiara yang tersimpan baik.
(24). Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
(25). Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
(26). akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
(27). Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
(28). Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
(29). dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
(30). dan naungan yang terbentang luas,
(31). dan air yang tercurah,
(32). dan buah-buahan yang banyak,
(33). yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
(34). dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
(35). Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,
(36). dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,
(37). penuh cinta lagi sebaya umurnya,
(38). (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
(39). (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
(40). dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
(41). Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.
(42). Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,
(43). dan dalam naungan asap yang hitam.
(44). Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
(45). Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
(46). Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
(47). Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?,
(48). apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
(49). Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
(50). benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
(51). Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan,
(52). benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
(53). dan akan memenuhi perutmu dengannya.
(54). Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
(55). Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
(56). Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
(57). Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
(58). Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
(59). Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
(60). Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan,
(61). untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
(62). Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
(63). Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?
(64). Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?
(65). Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang.
(66). (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,
(67). bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa."
(68). Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
(69). Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
(70). Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
(71). Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu).
(72). Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
(73). Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
(74). Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar.
(75). Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
(76). Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
(77). sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
(78). pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),
(79). tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(80). Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(81). Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?,
(82). kamu (mengganti) rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(83). Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
(84). padahal kamu ketika itu melihat,
(85). dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
(86). maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
(87). Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?,
(88). adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),
(89). maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni`matan.
(90). Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
(91). maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan.
(92). Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,
(93). maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
(94). dan dibakar di dalam neraka.
(95). Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
(92). Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,
(93). maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
(94). dan dibakar di dalam neraka.
(95). Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
Surah Al-Waqiah adalah surah ke-56 dalam Al-Qur’an di mana surah ini terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surah Makiyah dan surat Al-Waqi’ah ini diturunkan setelah surah Thaha.
Fadhilah membaca surah Al-Waqi’ah di antaranya adalah:
1. Jika dibaca setiap malam sebagai wirid (amalan), maka tidak akan ditimpa kepapaan (kemiskinan).
Sebagaimana Nabi SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةِ لَمْ تَصِبْهُ فَاقَةٌ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَءُ وْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ
“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kepapaan. Dan surat Al-Waqi’ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu.”
2. Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surah Al-Waqi’ah.” (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)
3. Imam Ja’far ra. Berkata: “Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja atau untuk mencari kebutuhan, maka Allah Ta’ala mempermudah rizkinya dan mendatangkan hajatnya. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi dan sore, maka dia tidak akan kelaparan atau kehausan dana tidak akan takut terhadapap orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahnya kembali kepada orang itu.” (Khazinatul Asrar Kubra, hal. 360)
4. Disebutkan dalam Khawashul Qur’an, siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkannya hajatnya terutama urusan rezeki. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah sesudah shalat asar sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya terutama urusan rezeki. Aturan tersebut adalah mujarab. Jika menginginkan datangnya rezeki dari Allah dengan tak terkira-kira datangnya, maka bacalah surah Al-Waqi’ah selama 40 hari berturut-turut jangan terputus dan setiap harinya dibaca 40 kali.
5. Dengan mewiridkan surah Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’ad Al-Mufti mengatakan hadits ini shahih.
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ لَمْ يَفْتَقِرْ اَبَدًا
“Barang siapa membiasakan membaca surah Al-Waqi’ah, maka ia tidak akan kefakiran selamanya.”
Fadhilah membaca surah Al-Waqi’ah di antaranya adalah:
1. Jika dibaca setiap malam sebagai wirid (amalan), maka tidak akan ditimpa kepapaan (kemiskinan).
Sebagaimana Nabi SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةِ لَمْ تَصِبْهُ فَاقَةٌ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَءُ وْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ
“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kepapaan. Dan surat Al-Waqi’ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu.”
2. Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surah Al-Waqi’ah.” (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)
3. Imam Ja’far ra. Berkata: “Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja atau untuk mencari kebutuhan, maka Allah Ta’ala mempermudah rizkinya dan mendatangkan hajatnya. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi dan sore, maka dia tidak akan kelaparan atau kehausan dana tidak akan takut terhadapap orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahnya kembali kepada orang itu.” (Khazinatul Asrar Kubra, hal. 360)
4. Disebutkan dalam Khawashul Qur’an, siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkannya hajatnya terutama urusan rezeki. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah sesudah shalat asar sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya terutama urusan rezeki. Aturan tersebut adalah mujarab. Jika menginginkan datangnya rezeki dari Allah dengan tak terkira-kira datangnya, maka bacalah surah Al-Waqi’ah selama 40 hari berturut-turut jangan terputus dan setiap harinya dibaca 40 kali.
5. Dengan mewiridkan surah Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’ad Al-Mufti mengatakan hadits ini shahih.
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ لَمْ يَفْتَقِرْ اَبَدًا
“Barang siapa membiasakan membaca surah Al-Waqi’ah, maka ia tidak akan kefakiran selamanya.”
Senin, 14 Juli 2014
Al - A’la
Dengan nama Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,
2. yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),
3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,
5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.
6. Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,
7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
8. Dan Kami akan memberi kamu taufik kepada jalan yang mudah,
9. oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,
10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
11. orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.
12. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).
13. Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),
15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.
16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.
17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
18. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
19. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
Sabtu, 20 Oktober 2012
Al - Ikhlas
Allah berfirman.
Artinya :
(1). Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
(2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(3). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
(4). dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Dari Abu Ad-Darda’ yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan imam-imam lainnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam? ” Mereka bertanya. “Bagaimana sepertiga Al Qur’an dapat dibaca dalam semalam?’ Beliau menjawab, “Qul huwallaahu ahad (yakni surah Al-Ikhlas) menyamai sepertiga Al Qur’an.
Barangsiapa membaca Qulhuwallahu ahaad (Al-Ikhlas) tiga kali (3x), maka ia seolah-olah sudah membaca (seluruh) Al - Qur’an.[HR. Ahmad, Nasa'i, Adh Dhiya' al Maqdisi] Al Haitsami menjelaskan, para perawi dalam sanad hadits tergolong shahih.
“Barang siapa membaca surah al Ikhlas hingga selesai 10x, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” [H.R Ahmad]
Ketika Nabi SAW mendengar seorang pria membaca surah Al-Ikhlas, beliau kemudian berkata, “Sungguh surga telah wajib baginya. ” (HR. At-Tirmidzi)
Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang duduk dalam mesjid Madinah. Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya . Beliau bertanya : ” Apakah mayat ini meninggalkan hutang? Mereka menjawab : ” Ya, benar, dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : ” Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang. Shalatkan kamulah dia.” Pada saat itu Jibrilpun datang seraya berkata : “Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dian sudah diampuni Allah dan barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya , niscaya diampuni Allah pula dosanya.” Nabi Muhammad Saw pun bertanya : ” Hai Jibril, dari mana dia memperoleh kehormatan ini “? Jibril menjawab :”Dia mendapat kehormatan itu, karena setiap hari membaca seratus kali Qul Huwallahu Ahad.” Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya” Hadis itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu Ahad” seratus kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya sebelum mati.
Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai kesurga.”
Menurut hadis Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”
Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya ” Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali, dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30 kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin Khattab berkata: ” Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kami dalam surga” Maka Rasulullah Saw bersabda : “Allah lebih lapang (luas) dari pada itu.” Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.
Hadis Anas bin Mali menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati. Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati. Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12 istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”
Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Saw bersabda yang maksudnya : “Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat ‘Arasy ditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu terdapat 12.000 padang pasir. Panjang setiap padang pasir itu dari matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat 80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka menyatakan :”Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah Saw bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : ” Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil. Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi:”Herankah kamu, mendengarnya? . Mereka menjawab:”Ya, benar kami heran.” Lantas beliau bersabda :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.
Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah mendatangi Nabi SAW bersama dengan 70.000 Malaikat di Tabuk Jibril berkata :”Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :” Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril menjawab :”Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”
(2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(3). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
(4). dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Dari Abu Ad-Darda’ yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan imam-imam lainnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam? ” Mereka bertanya. “Bagaimana sepertiga Al Qur’an dapat dibaca dalam semalam?’ Beliau menjawab, “Qul huwallaahu ahad (yakni surah Al-Ikhlas) menyamai sepertiga Al Qur’an.
Barangsiapa membaca Qulhuwallahu ahaad (Al-Ikhlas) tiga kali (3x), maka ia seolah-olah sudah membaca (seluruh) Al - Qur’an.[HR. Ahmad, Nasa'i, Adh Dhiya' al Maqdisi] Al Haitsami menjelaskan, para perawi dalam sanad hadits tergolong shahih.
“Barang siapa membaca surah al Ikhlas hingga selesai 10x, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” [H.R Ahmad]
Ketika Nabi SAW mendengar seorang pria membaca surah Al-Ikhlas, beliau kemudian berkata, “Sungguh surga telah wajib baginya. ” (HR. At-Tirmidzi)
Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang duduk dalam mesjid Madinah. Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya . Beliau bertanya : ” Apakah mayat ini meninggalkan hutang? Mereka menjawab : ” Ya, benar, dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : ” Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang. Shalatkan kamulah dia.” Pada saat itu Jibrilpun datang seraya berkata : “Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dian sudah diampuni Allah dan barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya , niscaya diampuni Allah pula dosanya.” Nabi Muhammad Saw pun bertanya : ” Hai Jibril, dari mana dia memperoleh kehormatan ini “? Jibril menjawab :”Dia mendapat kehormatan itu, karena setiap hari membaca seratus kali Qul Huwallahu Ahad.” Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya” Hadis itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu Ahad” seratus kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya sebelum mati.
Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai kesurga.”
Menurut hadis Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”
Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya ” Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali, dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30 kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin Khattab berkata: ” Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kami dalam surga” Maka Rasulullah Saw bersabda : “Allah lebih lapang (luas) dari pada itu.” Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.
Hadis Anas bin Mali menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati. Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati. Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12 istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”
Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Saw bersabda yang maksudnya : “Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat ‘Arasy ditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu terdapat 12.000 padang pasir. Panjang setiap padang pasir itu dari matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat 80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka menyatakan :”Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah Saw bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : ” Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil. Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi:”Herankah kamu, mendengarnya? . Mereka menjawab:”Ya, benar kami heran.” Lantas beliau bersabda :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.
Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah mendatangi Nabi SAW bersama dengan 70.000 Malaikat di Tabuk Jibril berkata :”Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :” Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril menjawab :”Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”
Langganan:
Postingan (Atom)














